![]() |
| Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto, Syukri, dan panitia persiapan Lomba Tonil Berbahasa Tangsi. (Foto/ Dok DB) |
Sawahlunto, fokusteropong.com - DALAM rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto akan menggelar Lomba Tonil Berbahasa Tangsi pada Agustus 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto, Guspriadi, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI, tetapi juga bagian dari upaya pemajuan kebudayaan.
“Kita ingin warisan budaya yang ada di Sawahlunto tetap hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Guspriadi di lansir media, Jum'at (24/7/2026)
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya lokal sekaligus menghidupkan kembali seni pertunjukan Tonil atau Tonel yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Tangsi Kota Sawahlunto.
Tonil merupakan seni pertunjukan dramatik yang lebih dikenal sebagai sandiwara. Pada masa lalu, pertunjukan ini banyak digelar di barak-barak atau kawasan Tangsi tempat tinggal para pekerja tambang di Sawahlunto.
Para pekerja tambang yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang etnis hidup berdampingan hingga melahirkan budaya baru, termasuk Bahasa Tangsi yang berkembang sebagai bahasa pemersatu masyarakat tambang yang multietnis.
Bahasa Tangsi merupakan bahasa kreol atau bahasa buruh yang hingga kini masih lestari di tengah masyarakat Sawahlunto. Bahasa tersebut telah ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2018.
Kepala Bidang Kebudayaan, Syukri, mengatakan Lomba Tonil Berbahasa Tangsi menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan ikut melestarikan seni pertunjukan serta bahasa yang lahir dari sejarah masyarakat tambang Sawahlunto.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut mengenal, mempelajari, dan melestarikan Bahasa Tangsi serta seni Tonil sebagai bagian dari identitas budaya daerah,” katanya.
Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi pemajuan kebudayaan melalui upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Selain memeriahkan HUT ke-81 RI, Lomba Tonil Berbahasa Tangsi diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya Sawahlunto sekaligus menjaga keberlangsungan Bahasa Tangsi dan seni Tonil sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Kota Wisata Tambang Berbudya.(db/aku)
#PemkoSawahlunto #DinasKebudayaanPeninggalanBersejarahdanPermuseuman #LombaTonilBerbahasaTangsi #HUTRUke-81 #KotaWisataTambangBerbudya

0 Komentar