Tanah Datar, fokusteropong.com - KERUSAKAN lebih parah pada infrastruktur jalan di Ruas Sitangkai – Tanjung Ampalu, di daerah Lintau Buo, Tanah Datar dapat dicegah, setelah dihantam oleh bencana banjir bandang (galodo) pada 12 Mei 2026 lalu, melalui pekerjaan pemasangan batu bronjong pada tebing jalan yang mengalami terban dan longsor.
Bencana tersebut telah mengakibatkan kerusakan pada beberapa titik tebing dan bahu jalan pada Ruas Jalan Sitangkai (Tanah Datar) – Tanjung Ampalu (Sijunjung) P. 040 pada StA 131 + 600, sehingga diperlukan penanganan segera untuk menjaga keamanan infrastruktur jalan dan keselamatan masyarakat.
Ketika itu, untuk menindaklanjuti hasil peninjauan lapangan oleh Menteri Pekerjaan Umum bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat, diputuskan untuk melaksanakan pekerjaan pasangan batu bronjong sebagai upaya pengamanan lereng, tebing dan bahu jalan sebagai perlindungan pada badan jalan dari potensi gerusan maupun longsor susulan.
Pelaksanaan pekerjaan ini merupakan wujud sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat dalam hal ini UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah V (karena berada dalam wilayah kerja UPTD Wilayah V) dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera V, dan Dinas PUPR Kabupaten Tanah Datar
"BWS Sumateta V turut mendukung kelancaran dan percepatan pekerjaan ini melalui pengadaan 352 unit kawat bronjong sebagai material utama dalam pekerjaan pengaman struktur jalan agar lebih tahan terhadap bencana susulan", ungkap Kepala UPTD Wilayah V Dinas MCKTR Sumbar, Erisal, ST.
Ketika itu, kerusakan pada ruas jalan provinsi yang telah menjadi penghubung penting antar wilayah Tanah Datar, Sijunjung dan Limapuluh Kota tersebut, tentu sangat berdampak langsung pada kelancaran akses transportasi, menghambat jalur distribusi logistik, bahkan melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana untuk beberapa waktu.
Lebih lanjut Erisal, menjelaskan proses perbaikan bahu jalan dan tebing pascabanjir bandang tersebut dapat berjalan sesuai dengan rencana, dengan pemasangan batu bronjong agar struktur jalan lebih tahan terhadap bencana susulan berkat penanganan tanggap darurat yang dilakukan dengan asesmen cepat, dan pekerjaan yang terarah guna mencegah kerusakan yang lebih luas.
"Penanganan darurat yang dilakukan berupa pemasangan batu bronjong pada bagian bahu jalan yang terban adalah sebagai upaya penguatan struktur dan pengamanan badan jalan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan bagi masyarakat pengguna jalan serta memastikan konektivitas transportasi di wilayah tersebut dapat pulih seperti sedia kala", ungkap Erisal lagi.
Alhamdulillah, berkat kerja sama seluruh pihak, pekerjaan pasangan batu bronjong kini telah selesai 100%. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah V Dinas BMCKTR berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan demi mendukung mobilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah, dan pelayanan publik yang lebih baik, jelasnya lebih lanjut.
"Terima kasih pada semua pihak yang telah berkontribusi dalam percepatan penanganan pascabencana ini. Semoga kolaborasi yang baik ini terus terjalin dalam mewujudkan infrastruktur yang tangguh, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat", harap Erisal mengakhiri.(aku)
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat #BMCKTRSumateraBarat #BekerjaLebihBaik #BanggaMelayaniBangsa #BerAKHLAK #UPTDV #PasanganBatuBronjong #JalanProvinsi #SitangkaiTanjungAmpalu #DinasPUPRTanahDatar #BWSSumateraV

0 Komentar