![]() |
| Ketua LAN Sumbar, Firman Sikumbang saat menyampaikan sosialisasi P4GN di Kenagarian Sungayang, Kabupaten Tanah Datar. (Foto/Dok Ist) |
Tanah Datar, fokusteropong.com - ADA saat ketika sebuah materi sosialisasi tidak lagi sekadar menjadi rangkaian kata. Ia berubah menjadi kegelisahan. Menjadi keprihatinan. Bahkan menjadi air mata.
Itulah yang terjadi ketika Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat Firman Sikumbang menyampaikan materi tentang bahaya narkotika di hadapan para niniak mamak, Bundo Kanduang dan pemuda parik paga nagari di Gedung Serba Guna Kenagarian Sungayang, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (27/9/26).
Di tengah penyampaiannya, Firman tiba-tiba terdiam. Suaranya tertahan ketika ia menyebut satu sosok yang dalam adat Minangkabau memiliki posisi penting dalam kehidupan keluarga dan kaum. yakni "Bundo Kanduang".
Pipi Firman Sikumbang basah oleh air mata. Ia berusaha melanjutkan pembicaraan, namun suara yang keluar terdengar berat. Ada keprihatinan yang seakan tidak sanggup lagi di sembunyikan.
"Bundo Kanduang adalah madrasah utama dalam keluarga, dalam kaum dan di dalam rumah gadang." Kalimat itu menjadi titik emosional dalam penyampaian Firman.
Ia kemudian mengajak seluruh peserta merenungkan kembali peran Bundo Kanduang sebagai limpapeh rumah gadang. Sosok yang semestinya menjadi tempat pertama anak-anak mendapatkan pendidikan, keteladanan, kasih sayang dan pengawasan.
"Kenapa Bundo Kanduang lengah? Kenapa peranan sebagai limpapeh rumah gadang mulai di abaikan? Kenapa anak-anak kita seakan berjalan sendiri tanpa pengawasan?" tutur Firman.
Pertanyaan itu tidak di sampaikannya dengan kemarahan. Justru sebaliknya. Suara Firman Sikumbang bergetar. Air matanya kembali mengalir.
Tangis itu seperti menggambarkan kegelisahan seorang yang melihat ancaman terhadap anak kemenakan semakin nyata di tengah masyarakat.
Sebelumnya Firman menguraikan sejumlah fenomena sosial yang menurutnya harus menjadi perhatian bersama. Ia menyinggung ancaman peredaran gelap narkotika, persoalan prostitusi dan berbagai fenomena sosial lain yang menurutnya dapat berdampak terhadap generasi muda.
Menurut Firman, kondisi tersebut semestinya menjadi alarm bagi seluruh unsur masyarakat Ranahminang. Sebab Ranahminang memiliki fondasi adat dan agama yang kuat.
Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah bukan sekadar ungkapan, tetapi nilai yang seharusnya menjadi pedoman dalam membentuk karakter anak kemanakan.
"Kalau Ranah Minang memiliki adat dan agama yang kuat, maka jangan sampai anak kemanakan kita kehilangan pegangan. Kita harus kembali memperkuat keluarga, kaum dan nagari," tegasnya.
Firman menilai perang melawan narkotika tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan paling kecil yaitu keluarga. Kemudian diperkuat oleh kaum. Dijaga oleh mamak. Diperhatikan oleh Bundo Kanduang. Dan dikawal oleh pemuda sebagai parik paga nagari.
"Jangan tunggu anak kemanakan kita menjadi korban baru kita bergerak. Selamatkan mereka sebelum terlambat".
Kalimat itu kembali membuat suasana ruangan hening. Para Bundo Kanduang dan niniak mamak yang hadir ikut larut dalam suasana haru. Materi yang di sampaikan Firman Skumbang tidak lagi terasa seperti sebuah ceramah biasa. Pesannya menyentuh langsung tanggung jawab orang tua, kaum dan masyarakat terhadap masa depan generasi penerus.
Menariknya, suasana haru tersebut justru melahirkan semangat baru. Beberapa orang Bundo Kanduang dan niniak mamak meminta LAN Sumatera Barat agar kembali hadir di Sungayang. Bahkan beberapa Bundo Kanduang menyampaikan keinginan untuk mengundang Firman Sikumbang sebagai pemateri dalam kegiatan lanjutan.
Permintaan itu menjadi sinyal bahwa masyarakat nagari membutuhkan ruang untuk berdiskusi lebih jauh mengenai bahaya narkotika sekaligus memperkuat kembali peran keluarga dan kaum.
Bagi LAN Sumatera Barat, gerakan P4GN bukan sekadar kegiatan seremonial. Gerakan ini harus masuk ke jantung kehidupan masyarakat. Ke rumah-rumah.Ke kaum. Ke surau. Ke rumah gadang. Hingga ke seluruh pelosok nagari. Sebab ketika anak kemanakan terancam narkotika, yang di pertaruhkan bukan hanya masa depan mereka. Namun yang di pertaruhkan adalah masa depan keluarga, kaum dan nagari, tukasnya.(tim)
#TanahDatar #LANSumbar #LANTanahDatar #Sosialisasi #GerakanP4GN #BahayaNarkotika #NiniakMamak #BundoKanduang #Pemuda #ParikPagaNagari #KenagarianSungayang #Kecamatan Sungayang #Selamatkan #GenerasiPenerus

0 Komentar