Agam - Sumbar - fokusteropong .com SMKN 1Lubuk Basung siap dalam launching silat tradisional sebagai ekstrakurikuler SMA/SMK se-Sumatera Barat, Sabtu (24/1/2026)
Kepala SMKN 1 Ratnawilis, S.Pd., M.Si. mengatakan, SMKN 1 Lubuk Basung siap dalam launching silat tradisional sebagai ekstrakurikuler SMA/SMK se-Sumatera Barat, Sabtu (24/1/2026)
Di tengah arus globalisasi yang kian deras, langkah menjaga jati diri budaya menjadi seperti menanam akar di tanah sendiri.
Itulah semangat yang diusung SMKN 1 Lubuk Basung saat memastikan diri ambil bagian dalam kegiatan Launching Silat Tradisional sebagai ekstrakurikuler yang akan diikuti SMA dan SMK se-Sumatera Barat. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (24 Januari 2026) dan menjadi tonggak penting pelestarian budaya Minangkabau melalui jalur pendidikan.
Keikutsertaan SMKN 1 Lubuk Basung bukan sekadar memenuhi agenda seremonial, melainkan wujud nyata komitmen sekolah dalam menjaga warisan budaya daerah. Silat tradisional dinilai memiliki nilai strategis sebagai media pembinaan karakter generasi muda, sekaligus sarana pewarisan adat dan filosofi Minangkabau yang sarat makna.
Kepala SMKN 1 Lubuk Basung Ratnawilis, S.Pd., M.Si. , menegaskan bahwa keterlibatan sekolahnya dalam launching tersebut merupakan tanggung jawab moral dunia pendidikan. Hal itu disampaikannya saat ditemui di Padang Panjang, Sabtu (24/1/2026).
“Silat tradisional bukan hanya olahraga atau bela diri, tetapi sarat dengan nilai adat, etika, dan pembentukan karakter. Melalui kegiatan ekstrakurikuler silat, kami ingin menanamkan disiplin, rasa hormat, serta kecintaan terhadap budaya Minangkabau kepada peserta didik,” ujar Ratnawilis.
Ia menjelaskan, sekolah memiliki peran strategis dalam memastikan budaya daerah tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda. Menurutnya, silat tradisional merupakan identitas yang tidak boleh tergerus oleh perkembangan zaman. Justru di lingkungan sekolah, nilai-nilai luhur tersebut dapat ditanamkan secara sistematis dan berkelanjutan.
Di tengah derasnya pengaruh budaya luar, Ratnawilis menilai silat tradisional menjadi media pendidikan karakter yang relevan dengan jati diri pelajar Sumatera Barat. Tidak hanya melatih fisik, silat juga membentuk mental, kedisiplinan, serta sikap saling menghormati antara guru dan murid.
SMKN 1 Lubuk Basung, lanjutnya, telah melakukan berbagai persiapan untuk menyukseskan keikutsertaan dalam launching tersebut. Sejumlah siswa-siswi terbaik telah dipilih dan dibekali latihan teknik dasar silat tradisional. Selain aspek teknis, para siswa juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai filosofi dan nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam setiap gerakan silat.
Launching silat tradisional sebagai ekstrakurikuler bersama SMA dan SMK se-Sumatera Barat ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan silat di lingkungan sekolah. Dengan dukungan lintas satuan pendidikan, silat tradisional tidak hanya dikenalkan secara teori, tetapi benar-benar dipraktikkan dan menjadi bagian dari keseharian pelajar.
“Harapan kami, silat tradisional dapat tumbuh dan berkembang di sekolah-sekolah, menjadi ruang pembinaan karakter, serta membentuk generasi yang tangguh, berakhlak, dan berakar kuat pada budaya daerah,” tambah Ratnawilis, S.Pd., M.Si.
Keikutsertaan SMKN 1 Lubuk Basung juga menegaskan bahwa pendidikan kejuruan tidak semata berorientasi pada penguasaan keterampilan kerja. Lebih dari itu, sekolah kejuruan memiliki tanggung jawab membentuk karakter dan identitas budaya peserta didik agar siap menghadapi masa depan tanpa kehilangan akar tradisinya.
Melalui momentum launching ini, sinergi antara dunia pendidikan dan pelestarian budaya Minangkabau diharapkan semakin kuat. Silat tradisional pun diharapkan menjadi warisan hidup yang terus berkembang, dijaga, dan dibanggakan oleh generasi muda Sumatera Barat.(Mei Ridwan)
0 Komentar