![]() |
| Musyawarah Guru Bimbingan Konseling MA/MTs se-Kabupaten Tanah Datar menggelar pertemuan strategis guna memperkuat peran Guru BK sebagai sahabat serta pendengar yang objektif bagi siswa. (Foto-humas) |
Batusangkar, fokusteropong.com - PERSEPSI keliru di tengah masyarakat sering kali menempatkan guru Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai "tong sampah masalah" atau sekadar tempat penampungan siswa yang bermasalah. Untuk mematahkan stigma tersebut, Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) MA/MTs se-Kabupaten Tanah Datar menggelar pertemuan strategis guna memperkuat peran Guru BK sebagai sahabat serta pendengar yang objektif bagi siswa.
Kegiatan peningkatan kompetensi yang dipusatkan di Aula Kantor Kemenag ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor, H. Hendri Pani Dias, untuk memberikan penguatan kebijakan dan inspirasi, Senin (19/5/26). Kehadiran pimpinan ini bertujuan untuk membekali para pendidik agar mampu mengembangkan layanan konseling yang adaptif, relevan, serta mampu mendukung mobilitas akademik siswa madrasah.
"Sebelum mampu membimbing dan menyembuhkan luka mental siswa, seorang Guru BK harus terlebih dahulu memiliki rasa percaya diri yang tinggi serta kemampuan menyembuhkan emosi pribadinya sendiri," ujar Hendri Pani saat memberikan arahan. Beliau menegaskan bahwa seluruh persoalan pribadi guru harus dituntaskan di luar gerbang madrasah agar proses pendekatan dari hati ke hati dengan siswa dapat berjalan secara murni dan optimal.
Profesionalisme Guru BK ke depan tidak boleh lagi terjebak pada pemenuhan tugas administratif semata, melainkan harus lebih fokus pada kedalaman proses konseling dan bimbingan. Melalui komitmen ini, ruang BK diharapkan bertransformasi menjadi tempat yang paling dipercaya oleh siswa dengan jaminan kerahasiaan penuh atas segala keluh kesah yang mereka sampaikan.
"Kami meminta Forum Guru BK ini segera merumuskan SOP bimbingan konseling yang jelas sebagai panduan yang wajib dipatuhi oleh seluruh warga madrasah, termasuk kepala dan guru lainnya," tegas Hendri Pani di hadapan peserta. SOP ini nantinya akan mengatur alur program kerja berkala serta langkah tindak lanjut yang terukur apabila terjadi permasalahan tertentu pada kondisi psikologis siswa. Tujuan akhirnya juga menekan permasalah seperti bullying dan kenakalan remaja lainnya.
Selain pembuatan SOP, para guru BK juga diinstruksikan untuk menyusun asesmen diagnostik spesifik guna mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, serta kondisi awal mental siswa sebelum tahun ajaran baru dimulai. Langkah pemetaan dini ini dinilai sangat krusial agar pihak madrasah dapat menyesuaikan metode pengajaran yang paling tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan unik masing-masing anak.
Pendekatan menyentuh hati dipandang sebagai metode terbaik dalam mendidik, karena sosok guru yang paling dikenang siswa sepanjang masa bukanlah yang sekadar cerdas, melainkan yang paling berkesan. Pola humanis ini nantinya akan diintegrasikan ke dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), dengan keyakinan bahwa ketika hati siswa telah terbuka, maka materi pelajaran apa pun akan lebih mudah diterima oleh pikiran mereka.(humas/aku)
#TanahDatar #KemenagTanahDatar #GuruBK #Madrasah #MGBK #MA/MTs

0 Komentar