![]() |
| Instalasi Pengolahan Air Gunung Pangilun. (Foto/Dok Hms Perumda AM Pdg) |
Padang, fokusteropong.com - PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang bersama dengan PT Hutama Karya (Persero) percepat perbaikan infrastruktur air bersih yang rusak akibat banjir bandang pada akhir November 2025 lalu terus dikebut. Dengan fokuskan pada rehabilitasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) milik Perumda AM Kota Padang. Salah satunya pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun.
Direktur Teknik Perumda AM Kota Padang, Andri Satria, melalui Kasubag Humas Adi Zein, menjelaskan bahwa bencana banjir tersebut sempat memutus total jaringan perpipaan makro serta juga merusak bangunan utama eksisting. Kerusakan pada titik-titik vital tersebut, menyebabkan produksi air bersih di IPA Gunung Pangilun—yang semula berkapasitas 500 liter per detik (l/d)—menyusut hingga 25%.
"Saat ini, infrastruktur yang mendesak untuk diperbaiki adalah unit Accelator (water clarifier). Komponen di dalam bangunan pengolahan terpadu ini mengalami kerusakan serius, sehingga perlu perbaikan mendalam agar kualitas dan volume olahan air kembali optimal," ujar Adi Zein.
Proses perbaikan menyeluruh pada dua unit accelator ini dijadwalkan mulai berjalan pada Selasa, 21 Juli 2026. Mengingat tingkat kerusakan yang cukup parah, pekerjaan akan dilakukan secara bergantian dan diperkirakan memakan waktu sekitar empat minggu untuk setiap unitnya. Tahapan pengerjaan meliputi pembongkaran rangka lama, pemasangan struktur kolom dan balok baru, hingga pemasangan 444 buah tube settler.
Selama satu unit accelator dibongkar dan diperbaiki, IPA Gunung Pangilun hanya akan beroperasi menggunakan satu unit tersisa. Hal ini otomatis memicu penurunan volume produksi yang didistribusikan ke pelanggan.
Perumda AM Kota Padang mengonfirmasi akan ada penyesuaian dan gangguan pengaliran air di beberapa area layanan Pusat Kota Padang selama proyek berlangsung, dengan rincian sebagai berikut:
Tekanan Lemah (Air Mengalir Siang Hari): Area GOR dan sekitarnya, S. Parman, Sawahan, Aur Duri, Lubuk Lintah, Kalumbuk, serta Batang Arau.
Air Mengalir Hanya Malam Hari: Area Jati Adabiah, Ampang, Belanti, Nipah, Parak Gadang, dan Sisingamangaraja.
Air Mati (Siang dan Malam): Area Purus, Pancasila, Rohana Kudus, dan Pasopati.
Sehubungan dengan itu, manajemen Perumda AM Kota Padang mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk mengantisipasi kondisi ini, dengan menampung air sebanyak saat air masih mengalir, serta lebih bijak dan hemat dalam menggunakan air.
Seluruh rangkaian pekerjaan tanggap darurat dan rehabilitasi permanen ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember 2026, dengan standar ketahanan jangka panjang sesuai ketentuan pemerintah.
"Sinergi cepat antara Perumda AM Kota Padang dan PT Hutama Karya merupakan komitmen nyata untuk segera memulihkan kebutuhan dasar masyarakat Kota Padang secara berkelanjutan", pungkas Adhie.(aku)
#KotaPadang #DirekturTeknik #PerumdaAMKotaPadang #PTHutamaKarta #SPAM #IPAGunungPangilun

0 Komentar