Header Ads Widget

pasang

Percepat Penanganan Pascabencana Infrastruktur Air Bersih, PT Hutama Karya Mulai Pekerjaan Rehabilitasi IPA Gunung Pangilun

Pekerja dari PT Hutama Karya sudah memulai pekerjaan rehabilitasi IPA Gunung Pangilun, Selasa (21/7/26). (Foto/Hms Perumda AM Padang)


Padang, fokusteropong.com - PT Hutama Karya (Persero) resmi memulai pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) fasilitas pengolahan air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun, Selasa (21/7/26). Pengerjaan prooyek ini difokuskan pada perbaikan dan pemeliharaan menyeluruh dua unit accelerator guna mengembalikan kapasitas produksi serta kualitas distribusi air minum bagi masyarakat Kota Padang pasca-bencana.

Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari proyek penanganan tanggap darurat dan rehabilitasi infrastruktur air bersih untuk mengembalikan kapasitas produksi serta meningkatkan kualitas distribusi air kepada pelanggan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang.

Sebelum pekerjaan dimulai, PT Hutama Karya terlebih dahulu telah melaksanakan (checklist) dokumen pelaksanaan yang meliputi tahap persiapan, proses pekerjaan, hingga langkah setelah pekerjaan selesai. Tim juga memverifikasi kesiapan alat, bahan, dokumentasi, kondisi awal fasilitas, serta prosedur pelaksanaan agar seluruh tahapan berjalan sesuai standar, samapai Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kasubag Humas Adi Zein, 

Sejak bencana melanda, Perumda AM Kota Padang bergerak cepat melakukan berbagai langkah penanganan di lapangan. Pelaksanaan proyek dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Provinsi Sumatera Barat, Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Minum, Manajemen Konstruksi, serta Perumda Air Minum Kota Padang.

Seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi ditargetkan selesai pada 22 Desember 2026 mendatang. Infrastruktur yang dibangun dirancang sesuai ketentuan teknis agar memiliki ketahanan jangka panjang dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

“Perbaikan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan infrastruktur air bersih pascabencana agar kapasitas produksi dan kualitas distribusi air kepada pelanggan dapat kembali optimal,” ujar Adhie.

Ia menjelaskan keberhasilan proyek sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah, pelaksana proyek, hingga masyarakat. Menurutnya, infrastruktur yang dibangun diharapkan dapat beroperasi secara optimal dalam jangka panjang.

Diketahui IPA Gunung Pangilun di Kota Padang dibangun oleh perusahaan asal Prancis, Degrémont (Grémont). Pembangunan fasilitas air bersih ini mulai dilaksanakan pada tahun 1957 dan proyeknya selesai serta beroperasi pada tahun 1968. Berkaca dari umurnya tersebut maka IPA tersebut, sudah saatnya mendapatkan rehabilitasi yang sesuai dengan kondisi air baku sekarang.

“Kecepatan penanganan di lapangan serta sinergi semua pihak menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Kami berharap seluruh infrastruktur yang diperbaiki dapat berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

Adhie juga mengimbau seluruh pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang untuk menggunakan air secara bijak selama proses pekerjaan berlangsung. Pelanggan diminta menampung air pada wadah yang tersedia sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami mengimbau pelanggan untuk berhemat menggunakan air dan menampung air selama pengaliran masih berlangsung. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Seluruh pekerjaan dilakukan demi meningkatkan kualitas layanan air bersih kepada masyarakat,” pungkas Adhie.(aku)


#KotaPadang #PerumdaAMKotaPadang #HutamaKarya #Rehabilitasi #IPAGunungPangilun #TanggapDarurat #RehabilitasiInfrastrukturAirBersih 

Posting Komentar

0 Komentar