Header Ads Widget

pasang

Penuhi Kebutuhan Air Bersih Masyarakat, Perumda AM Kota Padang Percepatan Pemulihan Distribusi Pascabencana

Perbaikan dan pembersihan IPA Gungng Pangilun. (Foto/Hms Perumda AM Pdg)


Padang, fokusteropong.com - DAMPAK kerusakan akibat bencana akhir November tahun lalu dan diperparah banjir awal Agustus 2026 kemarin, sistem produksi air Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang secara umum terbagi dalam tiga kelompok besar, yakni produksi pusat, produksi selatan dan produksi utara, belum seutuhnya teratasi.

Produksi pusat antara lain bersumber dari Intake Kampung Koto menuju IPA Gunung Pangilun, ungkap Kepala Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, Jumat (7/8/26).

Sementara produksi selatan mencakup sejumlah sistem, seperti Intake Paraku–IPA Lubuk Paraku, Intake Paluki–IPA Paluki 1A dan 1B, Intake Paluki-Sikayan–IPA Silayan dan IPA Ruhak Pala, Intake Gambir–IPA Gambir, Intake Bungus–IPA Bungus serta Intake Jawa Gadut–IPA Jawa Gadut, terang Adhie levih lanjut.

Sedangkan produksi utara mencakup Intake Palukahan–IPA Taban dan IPA Palukahan, Intake Garing, Intake Latung, Intake Sungai Duo, Intake Taban, Intake Sarik–IPA Latung serta Intake Guo Kuranji–IPA Guo Kuranji.

Bahkan dengan jaringan yang luas tersebut, gangguan pada satu intake atau instalasi pengolahan dapat memberikan efek domino terhadap pelayanan air bersih di sejumlah kawasan, kata Ashie

Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap air bersih tidak pernah berhenti. Karena itu, percepatan pemulihan menjadi pekerjaan penting bagi Perumda AM Padang.

Dan kini, Perumda AM Padang kini berada dalam fase mengejar pemulihan di tengah kondisi alam yang sulit diprediksi.

Kerusakan akibat bencana akhir tahun lalu belum seluruhnya selesai, dan banjir pada awal Agustus kembali memukul sejumlah infrastruktur yang menjadi tulang punggung sistem penyediaan air minum.

Namun perusahaan memastikan pekerjaan perbaikan terus berjalan.

“Kepada seluruh pelanggan kami di seluruh Kota Padang, kami dari manajemen Perumda Air Minum Kota Padang pertama meminta maaf atas ketidaknyamanan dari layanan ini setelah beberapa bulan pascaterjadinya bencana. Namun kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan,” ujar Adhie lagi.

Menurutnya, Perumda AM Padang tidak tinggal diam. Berbagai langkah perbaikan terus dikebut untuk mengembalikan kemampuan produksi dan distribusi air secara bertahap.

Target penyelesaian IPA Gunung Pangilun pada akhir Agustus menjadi salah satu harapan untuk meningkatkan kembali kapasitas produksi air, khususnya bagi pelanggan yang selama ini bergantung pada sistem produksi pusat.

Bagi masyarakat, pemulihan instalasi tersebut bukan sekadar persoalan memperbaiki bangunan atau mesin. Di balik setiap pipa, intake dan instalasi pengolahan, terdapat kebutuhan dasar sekitar 150 ribu pelanggan yang menunggu air kembali mengalir secara normal.

Perumda AM Padang pun dituntut bekerja cepat, tetapi tetap memastikan setiap proses perbaikan dilakukan dengan memperhatikan kondisi teknis dan keamanan sistem.

Di tengah kondisi tersebut, satu hal menjadi kunci: pemulihan tidak bisa dilakukan sendirian.

Perumda AM Padang membutuhkan dukungan pemerintah, mitra teknis, serta kesabaran pelanggan agar seluruh jaringan yang terdampak bencana dapat kembali berfungsi.

Sementara itu, masyarakat diminta tetap menggunakan air secara hemat hingga proses pemulihan selesai.

Untuk laporan gangguan maupun kendala pelayanan di lapangan, pelanggan dapat menghubungi layanan resmi Perumda AM Kota Padang, pungkas Adhie.(aku)


#KotaPadang #PerumdaAMKotaPadang #PercepatPemulihan #Ditribusi #Pelayana #AirBersih

Posting Komentar

0 Komentar