Lubuk Basung, – Sumbar – Fokusteropong .com Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suhrto, mengikuti sesi Zoom bersama awak media pada Selasa siang. 23/07/26, Pertemuan virtual ini membahas tema *“Ketahanan Pangan di Lapas”sekaligus memaparkan modul pelatihan sistemik sosiologis yang menjadi program wajib pembinaan di Lapas dan Rutan.
Dalam pemaparannya, Kalapas Budi Suhrto mendengarkan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar program tambahan, tapi bagian dari sistem pembinaan yang wajib dijalankan Lapas/Rutan/Bapas di bawah Ditjen Pemasyarakatan. Program ini bertujuan menciptakan kemandirian warga binaan sekaligus menyiapkan mereka kembali ke masyarakat.
“Ketahanan pangan di Lapas kami wujudkan lewat pelatihan sistemik. Warga binaan tidak hanya bekerja, tapi dibina secara sosiologis. Mereka belajar bertani, beternak, sampai mengelola hasil panen. Ini modul wajib pembinaan agar saat bebas mereka punya bekal dan mental mandiri,” .
Fungsi Lapas: Pengayoman dan Pembinaan
Lebih lanjut, Kalapas memaparkan fungsi utama Lembaga Pemasyarakatan sebagai tempat pengayoman dan pembinaan. Lapas/Rutan/Bapas difasilitasi untuk menjalankan pelatihan keterampilan dan mental spiritual, bukan sekadar tempat penahanan.
“Fungsi kami jelas mengayomi, membina, dan menyiapkan warga binaan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. Modul pelatihan sistemik sosiologis ini jadi jembatan. Lapas memfasilitasi, warga binaan belajar, masyarakat nanti yang menerima manfaatnya,” jelas Kalapas.
Program ketahanan pangan di Lapas Lubuk Basung meliputi budidaya sayuran, perikanan, dan peternakan skala kecil. Hasilnya sebagian dikonsumsi internal, sebagian lagi dijual untuk menambah kas pembinaan.
Sesi Zoom ini juga jadi ajang keterbukaan informasi publik. Awak media diberi ruang bertanya langsung terkait pelaksanaan pembinaan, kendala di lapangan, dan rencana pengembangan ke depan.
Dengan penguatan modul pelatihan berbasis ketahanan pangan, Lapas Lubuk Basung berharap bisa jadi mencontoh Lapas produktif di Sumbar. Pembinaan yang sistemik, bukan sekadar seremonial.(Mei Ridwan )
0 Komentar